Rabu, 16 Februari 2011

Mengedit Dokumen Di Microsoft Word

  1. Mengedit Teks/membetulkan teks
Jika salah mengetik teks, kita bisa membetulkannyanya dengan berbagai cara berikut :
1.Tekan tombolBacksS pace pada keyboard untuk menghapus karakter di kiri kursor.
2.Tekan tombolDelete pada keyboard untuk menghapus karakter di kanan kursor.
3.Untuk menghapus teks yang baru saja Kita ketik, pilih dan klik menu Edit, Undo
Typingatau klik tombol Undopada toolbar
4.Untuk melakukan pengulangan dari teks yang baru kita ketik, pilih menu Edit, Repeat
Typing atau klik tombol Redopada icon.

Pengertian Switch

Pengertian Switch

Switch

Biasanya switch banyak digunakan untuk jaringan LAN token star. Dan switch ini digunakan sebagai repeater/penguat. Berfungsi untuk menghubungkan kabel-kabel UTP ( Kategori 5/5e ) komputer yang satu dengan komputer yang lain. Dalam switch biasanya terdapat routing, routing sendiri berfungsi untuk batu loncat untuk melakukan koneksi
dengan
komputer
lain
dalam
LAN.

Switch adalah hub pintar yang mempunyai kemampuan untuk menentukan tujuan MAC address dari packet. Daripada melewatkan packet ke semua port, switch meneruskannya ke port dimana ia dialamatkan. Jadi, switch dapat
secara
drastis
mengurangi
traffic

network. Switch memelihara daftar MAC address yang dihubungkan ke port-portnya yang ia gunakan untuk menentukan kemana harus mengirimkan paketnya. Karena ia beroperasi pada MAC address bukan pada IP address, switch secara umum lebih cepat daripada sebuah router.
Kenapa Switch Lebih Baik?



Di dalam hub tidak ada proses apa-apa dalam menangani traffic jaringan. Hub hanya
mengulang sinyal yang masuk ke seluruh port yang ada pada hub tersebut. Ini akan
sangat berbeda dengan switch, di dalam switch setiap port berfungsi juga sebagai
suatu bridge. Jika suatu port terhubung dengan suatu device maka secara prinsipal
setiap device akan bersifat independen terhadap device lainnya. Perbedaan lainnya
lagi adalah bahwa 10/100 ethernet hub hanya bekerja secara half-duplex, ini artinya
adalah sebuah device hanya dapat mengirim atau menerima data pada suatu waktu
tertentu. Switch mampu bekerja secara full-duplex yang artinya mampu menerima dan
mengirimkan data pada saat yang bersamaan.

Biasanya switch banyak digunakan untuk jaringan LAN token star. Dan switch ini digunakan sebagai repeater/penguat. Berfungsi untuk menghubungkan kabel-kabel UTP ( Kategori 5/5e ) komputer yang satu dengan komputer yang lain. Dalam switch biasanya terdapat routing, routing sendiri berfungsi untuk batu loncat untuk melakukan koneksi
dengan
komputer
lain
dalam
LAN.

Switch adalah hub pintar yang mempunyai kemampuan untuk menentukan tujuan MAC address dari packet. Daripada melewatkan packet ke semua port, switch meneruskannya ke port dimana ia dialamatkan. Jadi, switch dapat
secara
drastis
mengurangi
traffic

network. Switch memelihara daftar MAC address yang dihubungkan ke port-portnya yang ia gunakan untuk menentukan kemana harus mengirimkan paketnya. Karena ia beroperasi pada MAC address bukan pada IP address, switch secara umum lebih cepat daripada sebuah router.
Kenapa Switch Lebih Baik?



Di dalam hub tidak ada proses apa-apa dalam menangani traffic jaringan. Hub hanya
mengulang sinyal yang masuk ke seluruh port yang ada pada hub tersebut. Ini akan
sangat berbeda dengan switch, di dalam switch setiap port berfungsi juga sebagai
suatu bridge. Jika suatu port terhubung dengan suatu device maka secara prinsipal
setiap device akan bersifat independen terhadap device lainnya. Perbedaan lainnya
lagi adalah bahwa 10/100 ethernet hub hanya bekerja secara half-duplex, ini artinya
adalah sebuah device hanya dapat mengirim atau menerima data pada suatu waktu
tertentu. Switch mampu bekerja secara full-duplex yang artinya mampu menerima dan
mengirimkan data pada saat yang bersamaan.

Perkembangan Software

Perkembangan Software

Software Komputer adalah kumpulan dari pada intruksi atau statement yang di susun secara logis dan berbentuk kode yang hanya dapat di mengerti oleh komputer. Software Komputer ini berangsur-angsur mengalami peningkatan atau perubahan dari tahun ke tahun dalam perkembangannya. Berdasarkan perkembangannya, Sejarah Perkembangan Software Komputer dibagi dalam beberapa era yaitu Era Pioneer, Stabil, Mikro, dan Modern. Berikut adalah Sejarah Perkembangan Software Komputer :

1. Era Pioneer. Pada Era Pioneer ini bentuk software komputer pada awalnya adalah sambungan-sambungan kabel ke antar bagian dalam komputer, Cara dalam mengakses komputer adalah menggunakan punched card yaitu kartu yang di lubangi. Penggunaan komputer saat itu masih dilakukan secara langsung, sebuah program digunakan untuk sebuah mesin tertentu dan untuk tujuan tertentu. Di era ini software komputer merupakan satu kesatuan dengan sebuah hardware komputer.

2. Era Stabil. Pada Era Stabil ini baris-baris perintah software komputer yang dijalankan oleh komputer bukan lagi satu-satu, tapi sudah banyak proses yang di lakukan secara bersamaan (multi tasking). Software Komputer pada era ini juga mampu menyelesaikan banyak pengguna (multi user) dan secara cepat/langsung (real time). Di era ini jugalah mulai di kenal sistem basis data, yang memisahkan antara program dan data .

3. Era Mikro. Pada Era Mikro ini software komputer dapat dibedakan menjadi beberapa bagian yaitu Software Sistem (Windows, Linux, Machintos, dll), Software Aplikasi (Ms.Office, OpenOffice, dll) dan Languange Software/Bahasa Pemograman (Assembler, Visual Basic, Delphi, dll)

4. Era Modern. Pada Era Modern ini software komputer tidak hanya untuk sebuah komputer tetapi sebuah handphone pun telah di lengkapi dengan sebuah software sistem seperti Android, Symbian, dll. Tingkat kecerdasan yang ditunjukkan oleh software komputer pun semakin meningkat, selain permasalahan teknis, software komputer sekarang juga mulai bisa mengenal suara dan gambar.

Pengertian TV Kabel

pengertian TV kabel

TV KABEL
Televisi kabel atau cable television adalah sistem penyiaran acara televisi lewat sinyal frekuensi radio yang ditransmisikan melalui serat optik yang tetap atau kabel coaxial dan bukan lewat udara seperti siaran televisi biasa yang harus ditangkap antena (over-the-air). Selain acara televisi, acara radio FM, internet, dan telepon juga dapat disampaikan lewat kabel.
Sistem ini banyak dijumpai di Amerika Utara, Eropa, Australia, Asia Timur, Amerika Selatan, dan Timur Tengah. Televisi kabel kurang berhasil di Afrika karena kepadatan penduduk yang rendah di berbagai daerah. Seperti halnya radio, frekuensi yang berbeda digunakan untuk menyebarkan banyak saluran lewat satu kabel. Sebuah kotak penerima digunakan untuk memilih satu saluran televisi. Sistem televisi kabel modern sekarang menggunakan teknologi digital untuk menyiarkan lebih banyak saluran televisi daripada sistem analog.
Sejarah
Pada tahun 1950-an, terdapat empat buah jaringan televisi di Amerika Serikat (AS). Karena frekuensi dibagikan kepada televisi, sinyal hanya bisa diterima di dalam garis penglihatan (line of sight) dari antena penerima. Orang-orang yang tinggal di daerah yang terpencil, terutama daerah terpencil di pegunungan, tidak dapat melihat program-program yang telah menjadi bagian penting dari kebudayaan di Amerika Serikat tersebut.
Pada tahun 1948, orang-orang yang tinggal di daerah lembah-lembah terpencil di Pennsylvania memecahkan masalah penerimaan sinyal mereka dengan menaruh antena-antena pada bukit-bukit dan membentangkan kabel sampai ke rumah-rumah mereka. Pada zaman sekarang, teknologi yang sama digunakan oleh desa-desa kecil yang terpencil dan kota-kota yang terpilih mengizinkan penonton di seluruh negara untuk mengakses varietas program yang luas dan kanal yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Pada awal 1990an, TV kabel telah mencapai hampir separuh dari rumah penduduk di Amerika Serikat.
Perkembangan
TV Kabel lebih dulu dikenal di Amerika Utara, Eropa, Australia, dan Asia Timur. Namun walaupun TV kabel hadir di beberapa negara, yang paling utama adalah di Amerika Selatan dan Timur Tengah. Di Indonesia, Kabelvision merupakan operator TV kabel yang pertama.
Singkatan CATV seringkali digunakan untuk mengartikan TV Kabel. Sebenarnya CATV merupakan singkatan dari Community Antenna Television. Sementara TV kabel pertama ditemukan karena wilayah dimana penerimaan over-the-air terbatas oleh daerah pegunungan. Sehingga antena komunitas yang sangat besar dibangun, dan dibentangkan kabel dari antena tersebut menuju rumah-rumah individu.
Saat ini, sistem kabel di AS menyampaikan ratusan kanal kepada enam puluh juta rumah, sambil juga menyediakan jumlah orang yang terus bertambah dalam penggunaan akses internet berkecepatan tinggi. Beberapa sistem kabel bahkan memperbolehkan memakai panggilan telepon sambil menerima program baru teknologi.
Di AS, TV kabel sudah sangat berkembang di negara-negara bagiannya. Mayoritas penonton televisi di Amerika memperoleh sinyal mereka melalui CATV. Di Asia pun TV Kabel cukup berkembang. Di Korea Selatan contohnya, ada banyak operator TV kabel seperti Tbroad, C&M, CJ, dan lain-lain. Operator TV kabel di Korea Selatan menyediakan TPS untuk pelanggan mereka. Di Hongkong, para penonton televisi tidak hanya menonton TV kabel tetapi juga sudah menggunakan TV satelit seperti Star TV. Di India pun, TV kabel sudah sangat dikenal. Ada banyak operatornya seperti Sun TV, The Raj Television Network, dan Ortel Communications Ltd.
Kabelvision merupakan operator TV kabel pertama di Indonesia yang memulai operasinya di tahun 1995. Dalam 2006, perusahaan induknya,PT Broadband Multimedia Tbk, meluncurkan Digital1, operator TV kabel yang terbaru yang membutuhkan kotak susunan digital untuk dipasang. Sebagian dari jaringan Kabelvision akan diubah menjadi Digital 1. Pada pertengahan tahun 2007, Broadband Multimedia berganti nama menjadi First Media dan menggabungkan kedua layanan tv kabelnya sebagai produk HomeCable, dengan teknologi Digital 1. Perusahaan ini dimiliki oleh Grup Lippo.
Cara kerja
Dalam sebuah sistem kabel, sinyal mungkin telah melampaui 30 atau 40 amplifier sebelum mencapai rumah anda, satu tiap 1000 kaki atau lebih, dengan masing-masing amplifier anda bisa mendapatkan gangguan dan distorsi. Ditambah lagi jika salah satu dari amplifier gagal anda akan kehilangan gambar. Sistem kabel memiliki reputasi tidak memiliki kualitas gambar yang baik dan tidak dapat dipercaya. Diakhir tahun 1970, TV Kabel menemukan solusi dari masalah amplifier. Sejak itu mereka juga membuat teknologi mereka dapat menambah program ke servis kabel.
Menambah kanal
Pada awal tahun 1950, sistem kabel mulai bereksperimen dengan cara menggunakan pengirim glombang mikro dan menara penerima untuk menangkap sinyal dari stasiun yang berjarak jauh. Dalam beberapa kasus, cara ini membuat televisi tersedia untuk orang-orang yang tinggal diluar area dari standar penyiaran. Dalam kasus lainya, terutama di bagian timur laut AS. Hal itu berarti pelanggan TV kabel mungkin dapat mengakses kebeberapa stasiun penyiaran yang memiliki jaringan yang sama. Untuk pertama kalinya TV kabel digunakan untuk memperbanyak tontonan, tidak hanya tontonan biasa. Ini memulai tren yang mengawali booming-nya TV kabel pada tahun 1970an.
Tambahan dari stasiun CATV (Community Antenna Television) dan penyebaran sistem kabel mengarahkan para pembuatnya untuk menambahkan switch sebagian besar dari pengaturan televisi. Orang-orang dapat mengatur televisi mereka untuk memilih channel-channel berdasarkan dari rencana alokasi frekuensi Federal Communications Commission (FCC) atau mereka dapat mengatur semua untuk rencana penggunaan oleh kebanyakan sistem kabel. Dua rencana tersebut kepentinganya berbeda.
Dalam kedua sistem pencari, masing-masing stasiun televisi telah memberikan 6 megahertz bagian dari spektrum radio. FCC telah menjadi bagian dari spektrum Very High Frequency (VHF) ke 12 channel televisi. Channel tersebut tidak terdapat di dalam satu blok frekuensi, namun sebaliknya dipisah menjadi dua grup untuk menghindari gangguan dengan servis radio yang sudah ada.
Setelah itu pada saat pertumbuhan popularitas televisi mengharuskan adanya tambahan channel-channel, FCC mengalokasikan frekuensi dalam bentuk UHF (Ultra High Frequency) dari spektrum. Mereka membuat channel 14 sampai 69 menggunakan sebuah blok dari frekuensi antara 470 MHz dan 812 MHz.
Karena mereka menggunakan kabel sebagai pengganti dari antena, sistem TV Kabel tidak perlu mengkhawatirkan tentang servis yang sudah ada. Para ahli dapat menggunakan apa yang disebut sebagai mid-band, frekuensi telah dilewati oleh penyiaran televisi juga untuk signal yang lain, untuk channel 14-22. channel 1 sampai dengan 6 berada di frekuensi yang lebih rendah sementara yang lainnya lebih tinggi. CATV/Antenna mengganti pemberitahuan kepada para pencari televisi untuk mencari di sekeliling mid-band maupun mencari melaluinya.
Sementara kita membicarakan tentang pencarian channel, patut untuk dipertimbangkan mengapa sistem CATV tidak menggunakan frekuensi yang sama untuk stasiun penyiaran pada channel 1 sampai 6 yang digunakan stasiun yang digunakan stasiun tersebut untuk menyiarkan melalui gelombang udara. Peralatan kabel dirancang untuk melindungi sinyal yang dibawa di dalam kabel dari gangguan di luar, dan televisi dirancang untuk menerima sinyal hanya melalui titik penghubung menuju kabel atau antena; tetapi gangguan tetap dapat memasuki sistem, terutama pada konektornya. Saat gangguan datang dari channel yang dibawa oleh kabel, ada sebuah masalah yang diakibatkan oleh perbedaan dalam kecepatan penyiaran diantara dua sinyal.
Sinyal radio berjalan melalui udara pada kecepatan yang hampir menyamai kecepatan cahaya. Dalam coaxial cable seperti yang dibawa oleh sinyal CATV ke rumah anda, sinyal radio berjalan pada dua pertiga kecepatan cahaya. Saat penyiaran dan sinyal kabel sampai ke pencari televisi terjadi pecahan selama satu detik saja, anda akan melihat gambar menjadi berbayang yang disebut sebagai ghosting.
Pada tahun 1972, sebuah sistem kabel dalam Wilkes-Barre, PA, dimulai dengan menawarkan sistem channel pay-per-view pertama kali. Pelanggan membayar untuk menonton film-film secara individual atau acara-acara olahraga. Mereka menamai servis baru ini dengan nama Home Box Service atau HBO. Sistem pay-per-view ini berlanjut sebagai servis regional sampai 1975, saat HBO mulai mentransmisikan sinyal menuju ke satelit di dalam orbit geosynchronous dan kemudian ke sistem kabel di Florida dan Mississippi. Bill Wall mengatakan bahwa satelit-satelit pada akhir-akhir ini dapat menerima dan mengirimkan kembali sampai dengan 24 channel. Sistem kabel menerima sinyal-sinyal menggunakan dish antennas berdiameter 10 meter, dengan dish yang terpisah untuk tiap channel. Dengan permulaan program pengiriman untuk sistem kabel, arsitektur dasar dari sistem kabel modern ditempatkan.
Karena jumlah pilihan program terus bertambah, bandwith dari sistem kabel juga meningkat. Sistem-sistem terbaru beroperasi pada 200 MHz, memperoleh 33 channel. Sebagaimana proses teknologi, bandwith meningkat menjadi 300,400,500 dan sekarang menjadi 550 MHz, dengan jumlah channel yang bisa meningkat menjadi 91 channel. Dua kemajuan teknologi tambahan ini, fiber optic dan analog to digital conversion, memperbaiki fitur-fitur dan kualitas penyiaran sembari meneruskan meningkatkan jumlah channel yang tersedia.

Pengertian HUB

pengertian HUB

Hub
Berfungsi untuk menggabungkan beberapa komputer menjadi satu buah kelompok jaringan. Mungkin bila kita hanya akan menghubungkan dua buah PC kita hanya akan memerlukan Kabel UTP dengan Crimping dengan metode cross cable. Tapi bagaimana halnya dengan 10 PC ? atau 20 PC ? disinilah fungsi hub bekerja dimana computer-komputer tersebut akan dihubungkin dengan UTP Straight Cable yang dicolokkan ke port-port
yang ada di hub dan diset dengan IP dengan alamat jaringan yang sama, maka kita akan berada
di dalam jaringan komputer yang terdiri lebih dari 2 buah PC.
Hub memiliki sedikit kejelekan dimana dia akan membroadcast semua paket yang akan dikirim ke salah satu IP Tujuan maksudnya apabila data atu informasi yang diterima. Hal ini mungkin tidak akan terasa bila kita hanya memiliki 10 buah PC yang terkoneksi dalam satu jaringan.

Sejarah E-Learning

Sejarah

In the early 1960s, Stanford University psychology professors Patrick Suppes and Richard C. Atkinson experimented with using computers to teach math and reading to young children in elementary schools in East Palo Alto, California . Pada awal 1960-an, Universitas Stanford profesor psikologi Patrick Suppes dan Richard C. Atkinson bereksperimen dengan menggunakan komputer untuk mengajar matematika dan membaca kepada anak-anak muda di sekolah-sekolah dasar di Timur Palo Alto, California . Stanford's Education Program for Gifted Youth is descended from those early experiments. Stanford Program Pendidikan untuk Berbakat Pemuda adalah keturunan dari orang-percobaan awal.
Early e-learning systems, based on Computer-Based Learning/Training often attempted to replicate autocratic teaching styles whereby the role of the e-learning system was assumed to be for transferring knowledge, as opposed to systems developed later based on Computer Supported Collaborative Learning (CSCL), which encouraged the shared development of knowledge. Awal e-sistem pembelajaran, berdasarkan Komputer Berbasis Pembelajaran / Pelatihan sering mencoba untuk meniru gaya otokratis mengajar dimana peran sistem e-learning itu diasumsikan untuk mentransfer pengetahuan, karena bertentangan dengan sistem yang dikembangkan kemudian berdasarkan Didukung Kolaborasi Belajar Komputer (CsCl), yang mendorong pengembangan berbagi pengetahuan.
As early as 1993, William D. Graziadei described an online computer-delivered lecture, tutorial and assessment project using electronic mail. Pada awal 1993, William D. Graziadei dijelaskan proyek kuliah komputer disampaikan secara online, tutorial dan penilaian melalui surat elektronik. In 1997 he published an article which described developing an overall strategy for technology-based course development and management for an educational system. Pada tahun 1997 ia menerbitkan sebuah artikel yang menggambarkan mengembangkan strategi keseluruhan untuk program pengembangan berbasis teknologi dan manajemen untuk sistem pendidikan. He said that products had to be easy to use and maintain, portable, replicable, scalable, and immediately affordable, and they had to have a high probability of success with long-term cost-effectiveness. Dia mengatakan bahwa produk harus mudah digunakan dan memelihara, portabel, dapat direplikasi, terukur, dan segera terjangkau, dan mereka harus memiliki probabilitas tinggi sukses dengan jangka panjang-efektivitas biaya.
William D. Graziadei, Sharon Gallagher,Ronald N. Brown,Joseph Sasiadek Building Asynchronous and Synchronous Teaching-Learning Environments: Exploring a Course/Classroom Management System Solution </ref> In 1997 Graziadei, WD, et al., [ 9 ] published an article entitled "Building Asynchronous and Synchronous Teaching-Learning Environments: Exploring a Course/Classroom Management System Solution". [ 9 ] They described a process at the State University of New York (SUNY) of evaluating products and developing an overall strategy for technology-based course development and management in teaching-learning. William D. Graziadei, Sharon Gallagher, Ronald N. Brown, Joseph Sasiadek Bangunan Asynchronous dan Synchronous Pengajaran-Learning Lingkungan: Menjelajahi sekedar Kursus / Solusi Sistem Manajemen Kelas </ ref> Pada tahun 1997 Graziadei, WD, et al,. [9] dipublikasikan sebuah artikel berjudul "Membangun Asynchronous dan Synchronous Pengajaran-Learning Lingkungan: Menjelajahi sekedar Kursus / Sistem Manajemen Kelas Solusi". [9] Mereka menggambarkan suatu proses di Universitas Negeri New York (SUNY) untuk mengevaluasi produk dan mengembangkan strategi keseluruhan untuk teknologi pengembangan-kursus berbasis manajemen dalam belajar-mengajar. The product(s) had to be easy to use and maintain, portable, replicable, scalable, and immediately affordable, and they had to have a high probability of success with long-term cost-effectiveness. Produk (s) harus mudah digunakan dan memelihara, portabel, dapat direplikasi, terukur, dan segera terjangkau, dan mereka harus memiliki probabilitas tinggi sukses dengan jangka panjang-efektivitas biaya. Today many technologies can be, and are, used in e-learning, from blogs to collaborative software , ePortfolios , and virtual classrooms . Saat ini banyak teknologi bisa, dan, yang digunakan dalam e-learning, dari blog ke perangkat lunak kolaboratif , ePortfolios , dan ruang kelas virtual . Most eLearning situations use combinations of these techniques. Sebagian besar situasi eLearning menggunakan kombinasi teknik ini.

E-Learning

E-learning

From Wikipedia, the free encyclopedia Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
Jump to: navigation , search Langsung ke: navigasi , cari
E-learning comprises all forms of electronically supported learning and teaching . E-learning terdiri dari semua bentuk elektronik didukung belajar dan mengajar . The information and communication systems , whether networked or not, serve as specific media to implement the learning process. [ 1 ] The term will still most likely be utilized to reference out-of-classroom and in-classroom educational experiences via technology, even as advances continue in regard to devices and curriculum. Para informasi dan sistem komunikasi , baik jaringan atau tidak, menjadi media tertentu untuk melaksanakan proses pembelajaran. [1] Istilah ini masih akan kemungkinan besar akan digunakan untuk referensi out-of-kelas-kelas pendidikan dan pengalaman dalam melalui teknologi, bahkan sebagai terus kemajuan dalam hal perangkat dan kurikulum.
E-learning is essentially the computer and network-enabled transfer of skills and knowledge. E-learning pada dasarnya adalah jaringan komputer dan memungkinkan transfer keterampilan dan pengetahuan. E-learning applications and processes include Web-based learning, computer-based learning, virtual classroom opportunities and digital collaboration. E-learning meliputi aplikasi dan proses pembelajaran berbasis web, pembelajaran berbasis komputer, peluang kelas virtual dan kolaborasi digital. Content is delivered via the Internet, intranet/extranet, audio or video tape, satellite TV, and CD-ROM. Konten dikirim melalui intranet, Internet / extranet, tape audio atau video, TV satelit, dan CD-ROM. It can be self-paced or instructor-led and includes media in the form of text, image, animation, streaming video and audio. Hal ini dapat sendiri mondar-mandir atau instruktur yang dipimpin dan termasuk media dalam bentuk teks, gambar, animasi, streaming video dan audio.
Abbreviations like CBT ( Computer-Based Training ), IBT ( Internet-Based Training ) or WBT ( Web-Based Training ) have been used as synonyms to e-learning. Singkatan seperti CBT (Computer-Based Training), IBT (Internet-Based Training) atau WBT (Web-Based Training) telah digunakan sebagai sinonim untuk e-learning. Today one can still find these terms being used, along with variations of e-learning such as elearning, Elearning, and eLearning. satu Hari ini masih dapat menemukan istilah-istilah yang digunakan, bersama dengan variasi e-learning seperti elearning, Elearning, dan eLearning. The terms will be utilized throughout this article to indicate their validity under the broader terminology of E-learning. Istilah akan digunakan di seluruh artikel ini untuk menunjukkan validitas mereka di bawah lebih luas terminologi E-learning.

Pasar

The worldwide e-learning industry is estimated to be worth over $48 billion US according to conservative estimates. [ 2 ] Developments in internet and multimedia technologies are the basic enabler of e-learning, with consulting, content, technologies, services and support being identified as the five key sectors of the e-learning industry. [ 3 ] E di seluruh dunia-learning industri diperkirakan senilai lebih dari $ 48000000000 AS menurut perkiraan konservatif. [2] Perkembangan dan multimedia teknologi internet adalah enabler dasar e-learning, dengan konsultasi, konten, teknologi, layanan dan dukungan yang diidentifikasi sebagai lima sektor kunci dari industri e-learning. [3]

Higher education Pendidikan tinggi

By 2006, 3.5 million students were participating in on-line learning at institutions of higher education in the United States . [ 4 ] According to the Sloan Foundation reports, [ 5 ] [ 6 ] there has been an increase of around 12–14 percent per year on average in enrollments for fully online learning over the five years 2004–2009 in the US post-secondary system, compared with an average of approximately 2 per cent increase per year in enrollments overall. Pada tahun 2006, 3,5 juta siswa yang berpartisipasi dalam belajar on-line di lembaga pendidikan tinggi di Amerika Serikat . [4] Menurut laporan Sloan Foundation, [5] [6] telah terjadi peningkatan sekitar 12-14 persen per tahun rata-rata partisipasi sekolah untuk sepenuhnya online belajar selama lima tahun 2004-2009 dalam sistem AS pasca-sekolah menengah, dibandingkan dengan rata-rata sekitar 2 persen peningkatan per tahun pada tahun pendaftaran secara keseluruhan. Allen and Seamen (2009) [ 5 ] claim that almost a quarter of all students in post-secondary education were taking fully online courses in 2008, and a report by Ambient Insight Research [ 7 ] suggests that in 2009, 44 per cent of post-secondary students in the USA were taking some or all of their courses online, and projected that this figure would rise to 81 percent by 2014. Allen dan Seamen (2009) [5] menyatakan bahwa hampir seperempat dari semua siswa di sekolah menengah pendidikan pasca memakai online kursus sepenuhnya pada tahun 2008, dan laporan oleh ambient Penelitian Insight [7] menunjukkan bahwa pada tahun 2009, 44 persen dari post siswa-menengah di Amerika Serikat telah mengambil beberapa atau semua program mereka secara online, dan diproyeksikan bahwa angka ini akan meningkat menjadi 81 persen pada tahun 2014. Thus it can be seen that e-learning is moving rapidly from the margins to being a predominant form of post-secondary education, at least in the USA. Dengan demikian dapat dilihat bahwa e-learning bergerak cepat dari margin untuk menjadi bentuk dominan pendidikan pasca sekolah menengah, setidaknya di Amerika Serikat.
Many higher education, for-profit institutions, now offer on-line classes. Banyak pendidikan tinggi, untuk-keuntungan lembaga, sekarang menawarkan kelas-line di. By contrast, only about half of private, non-profit schools offer them. Sebaliknya, hanya sekitar setengah dari swasta, nirlaba sekolah menawarkan mereka. The Sloan report, based on a poll of academic leaders, indicated that students generally appear to be at least as satisfied with their on-line classes as they are with traditional ones. Laporan Sloan, berdasarkan sebuah jajak pendapat dari para pemimpin akademis, menunjukkan bahwa mahasiswa umumnya tampak setidaknya sama puas dengan kelas mereka on-line seperti mereka dengan yang tradisional. Private institutions may become more involved with on-line presentations as the cost of instituting such a system decreases. lembaga-lembaga swasta mungkin menjadi lebih terlibat dengan presentasi on-line sebagai biaya melembagakan seperti sistem menurun. Properly trained staff must also be hired to work with students on-line. staf terlatih dengan benar juga harus direkrut untuk bekerja dengan siswa secara on-line. These staff members need to understand the content area, and also be highly trained in the use of the computer and Internet. Anggota-anggota staf perlu memahami area konten, dan juga sangat terlatih dalam menggunakan komputer dan internet. Online education is rapidly increasing, and online doctoral programs have even developed at leading research universities. [ 8 ] pendidikan online yang semakin pesat, dan online program doktor bahkan dikembangkan di universitas riset terkemuka. [8]

K-12 Learning

E-learning is also utilized by public K-12 schools in the United States. E-learning juga dimanfaatkan oleh masyarakat sekolah K-12 di Amerika Serikat. Some E-Learning environments take place in a traditional classroom others allow students to attend classes from home or other locations. Beberapa lingkungan E-Learning terjadi dalam ruang kelas tradisional yang lain memungkinkan siswa untuk menghadiri kelas-kelas dari rumah atau lokasi lain.